Gejala tanaman jagung kahat Mg adalah klorosis di antara tulang
daun tua, daun berwarna kuning atau putih. Pada kondisi kahat yang parah, daun akan
gugur. Kamis, 16 April 2015
Kahat Magnesium pada Tanaman Jagung
Gejala tanaman jagung kahat Mg adalah klorosis di antara tulang
daun tua, daun berwarna kuning atau putih. Pada kondisi kahat yang parah, daun akan
gugur.
Labels:
Faperta Uninus,
HPT Jagung,
Info pertanian,
Kahat Mg,
Kuliah Pertanian
Kahat Zink (Zn) pada Tanaman Jagung
Gejala
kahat Zn pada tanaman jagung adalah klorosis di antara tulang-tulang daun yang
berbentuk garis-garis putih, atau kuning muda. Kahat Zn juga menyebabkan daun
mengecil membentuk roset, ruas-ruas antar batang memendek, dan proses pemasakan
tertunda.
Labels:
Faperta Uninus,
HPT Jagung,
Info pertanian,
Kahat Zn,
Kuliah Pertanian
Kahat Besi (Fe) pada Tanaman Jagung
Gejala kahat Fe mirip
dengan gejala kahat Mg, tetapi klorosis terjadi di antara tulang daun, dimulai
pada daun muda. Tanaman jagung yang kekurangan Fe menyebabkan tulang daun mengalami
klorosis dan warna daun berubah menjadi putih/bening. Kahat Fe juga menyebabkan
jumlah dan ukuran grana dalam kloroplas menjadi kecil sehingga menganggu pembentukan
klorofil.
Labels:
Faperta Uninus,
HPT Jagung,
Info pertanian,
Kahat Fe,
Kuliah Pertanian
Kamis, 11 September 2014
Bau Badan?? Coba Atasi dengan Aloe Vera
VS.
Salah satu masalah yang sering dihadapi sebagian
pria adalah kondisi keringat berlebih yang cukup mengganggu. Gimana nggak, gaya
pakaian yang sudah maksimal ternyata harus terganggu dengan keringat yang
membasahi pakaian dan sekitar wajah. Kadang, masalah ini juga memicu bau badan
yang kurang sedap, lho.
Namun tenang dulu, guys. Kamu bisa mengatasinya
dengan lidah buaya kok. Bahan ini ternyata bisa mengatasi masalah keringat
berlebih dengan kandungan ajaibnya. Nggak percaya? Simak dulu informasi
selengkapnya, yuk!
Kandungan Lidah Buaya Untuk Tubuh. Tanaman ini
termasuk dalam kategori tumbuhan super, yang dapat mengatasi berbagai masalah
rambut maupun kulit. Khasiat antibakterinya dapat menjadi zat ampuh yang dapat
mengatasi berbagai masalah kulit, salah satunya adalah bau badan. Tanaman ini
mengusir bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan kondisi tubuh mengalami bau
tak sedap. Selain itu, bahan ini memiliki cooling effect yang dapat membantu
mengurangi efek keringat berlebih. Sensasi dinginnya dapat menyegarkan kulit
dan tubuh, membantu menurunkan kadar keringat yang keluar dari tubuh.
Aloe Vera Cooling Mask. Masker ini berfungsi untuk
mengatasi masalah keringat berlebih yang biasa muncul di area sekitar dahi.
Kandungannya dapat memberikan sensasi dingin pada kulit dan mengurangi kadar
keringat yang keluar.
Bahan :
1 lembar daun lidah buaya, ambil gelnya
Cara Menggunakan :
1. Oleskan gel lidah buaya tersebut pada permukaan
wajah secara merata.
2. Diamkan selama 15 menit.
3. Bilasa dengan air dingin.
4. Gunakan pelembap yang biasa digunakan.
Aloe Vera Deodorant. Menggunakan bahan ini sebagai
deodoran dapat membantu mencegah bau tak sedap pada tubuh akibat keringat
berlebih. Cara menggunakannya gampang kok.
Bahan :
1 lembar daun lidah buaya.
Cara Menggunakan :
1, Ambil gel lidah buaya dari daun yang sudah kamu
siapkan.
2. Gunakan gel tersebut sebagai deodoran alami
tubuh.
3. Biarkan gelnya meresap dan kering sebelum kamu
menggunakan pakaian.
Atasi keringat berlebih dengan daun lidah buaya
ternyata mudah kan, Guys? Yuk ikuti cara praktis tersebut!
Sumber : KapanLagi
Senin, 30 Juni 2014
4 Prinsip Pertanian Organik
Pertanian merupakan salah satu
kegiatan paling mendasar bagi manusia, karena semua orang perlu makan setiap
hari. Nilai-nilai sejarah, budaya dan komunitas menyatu dalam pertanian. Prinsip-prinsip
ini diterapkan dalam pertanian dengan pengertian luas, termasuk bagaimana
manusia memelihara tanah, air, tanaman, dan hewan untuk menghasilkan, mempersiapkan dan menyalurkan
pangan dan produk lainnya. Prinsip-prinsip tersebut menyangkut bagaimana
manusia berhubungan dengan lingkungan hidup, berhubungan satu sama lain dan
menentukan warisan untuk generasi mendatang.
Prinsip-prinsip berikut merupakan
dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan pertanian organik. Prinsip-prinsip ini
berisi tentang sumbangan yang dapat diberikan pertanian organik bagi dunia, dan
merupakan sebuah visi untuk meningkatkan keseluruhan aspek pertanian secara
global.
Pertanian
organik didasarkan pada (1) Prinsip kesehatan, (2) Prinsip ekologi, (3) Prinsip
keadilan, dan (4) Prinsip perlindungan. Setiap prinsip dinyatakan melalui suatu
pernyataan disertai dengan penjelasannya. Prinsip-prinsip ini harus digunakan secara
menyeluruh dan dibuat sebagai prinsip-prinsip etis
yang
mengilhami tindakan.
1. Prinsip Kesehatan
Pertanian
organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan,
manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan.
Prinsip
ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat
dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman
sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia.
Kesehatan
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Hal ini tidak saja
sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik,
mental, sosial dan ekologi. Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri
merupakan hal mendasar untuk menuju sehat.
Peran
pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi
bertujuan untuk melestarikan dan peningkatkan kesehatan ekosistem dan
organisme, dari yang terkecil yang berada di dalam tanah hingga manusia. Secara
khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi
dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan. Mengingat
hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan
bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.
2. Prinsip Ekologi
Pertanian
organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja,
meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan.
Prinsip
ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan. Prinsip
ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis.
Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi
yang khusus; sebagai contoh, tanaman membutuhkan tanah yang subur, hewan
membutuhkan ekosistem peternakan, ikan dan organisme laut membutuhkan
lingkungan perairan.
Budidaya
pertanian, peternakan dan pemanenan produk liar organik haruslah sesuai dengan
siklus dan keseimbangan ekologi di alam. Siklus-siklus ini bersifat universal
tetapi pengoperasiannya bersifat spesifik-lokal. Pengelolaan organik harus
disesuaikan dengan kondisi, ekologi, budaya dan skala lokal. Bahan-bahan asupan
sebaiknya dikurangi dengan cara dipakai kembali, didaur ulang dan dengan
pengelolaan bahan-bahan dan energi secara efisien guna memelihara, meningkatkan
kualitas dan melindungi sumber daya alam.
Pertanian
organik dapat mencapai keseimbangan ekologis melalui pola sistem pertanian,
membangun habitat, pemeliharaan keragaman genetika dan pertanian. Mereka yang menghasilkan,
memproses, memasarkan atau mengkonsumsi produk-produk organik harus melindungi
dan memberikan keuntungan bagi lingkungan secara umum, termasuk di dalamnya
tanah, iklim, habitat, keragaman hayati, udara dan air.
3. Prinsip Keadilan
Pertanian
organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan
lingkungan dan kesempatan hidup bersama. Keadilan dicirikan dengan kesetaraan,
saling menghormati, berkeadilan dan pengelolaan dunia secara bersama, baik
antar manusia dan dalam hubungannya dengan makhluk hidup yang lain.
Prinsip
ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus
membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua
pihak di segala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur,
pedagang dan konsumen.
Pertanian
organik harus memberikan kualitas hidup yang baik bagi setiap orang yang
terlibat, menyumbang bagi kedaulatan pangan dan pengurangan kemiskinan.
Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan
maupun produk lainnya dengan kualitas yang baik.
Prinsip
keadilan juga menekankan bahwa ternak harus dipelihara dalam kondisi dan
habitat yang sesuai dengan sifat-sifat fisik, alamiah dan terjamin
kesejahteraannya. Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk produksi
dan konsumsi harus dikelola dengan cara yang adil secara sosial dan ekologis,
dan dipelihara untuk generasi mendatang. Keadilan memerlukan sistem produksi,
distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan
biaya
sosial dan lingkungan yang sebenarnya.
4. Prinsip Perlindungan
Pertanian
organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi
kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan
hidup.
Pertanian
organik merupakan suatu sistem yang hidup dan dinamis yang menjawab tuntutan
dan kondisi yang bersifat internal maupun eksternal. Para pelaku pertanian
organik didorong meningkatkan efisiensi dan produktifitas, tetapi tidak boleh
membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya. Karenanya, teknologi baru dan
metode-metode yang sudah ada perlu dikaji dan ditinjau ulang. Maka, harus ada
penanganan atas pemahaman ekosistem dan pertanian yang tidak utuh.
Prinsip
ini menyatakan bahwa pencegahan dan tanggung jawab merupakan hal mendasar dalam
pengelolaan, pengembangan dan pemilihan teknologi di pertanian organik. Ilmu
pengetahuan diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian organik bersifat menyehatkan,
aman dan ramah lingkungan. Tetapi pengetahuan ilmiah saja tidaklah cukup.
Seiring waktu, pengalaman praktis yang dipadukan dengan kebijakan dan kearifan
tradisional menjadi solusi tepat. Pertanian organik harus mampu mencegah terjadinya
resiko merugikan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan menolak teknologi
yang tak dapat diramalkan akibatnya, seperti rekayasa genetika (genetic
engineering). Segala keputusan harus mempertimbangkan nilai-nilai dan kebutuhan
dari semua aspek yang mungkin dapat terkena dampaknya, melalui proses-proses
yang transparan dan partisipatif.
Sumber : IFOAM
Langganan:
Postingan (Atom)








