Kamis, 12 Juni 2014

Kapur Barus untuk Vs. Walang Sangit






Vs. 



Bau kapur barus kurang disukai walang sangit, sehingga walang sangit akan berindah ke lahan lainnya. Cara ini digunakan pada saat tanaman padi matang susu.

Bahan dan alat yang digunakan adalah bambu belah atau kayu ajir dengan panjang kira-kira 1,5 meter, kantong plastik dengan ukuran 0,25 kg sebanyak 100 buah, satu gulung kecil tali plastik dan 300 buah kapur barus (yang suka gunakan pada pakaian).

Cara Pembuatan: 
1. Kantok plastik dilubangi sebanyak 3-5 lubang kecil.
2. Ke dalam kantok plastik dimasukkan tiga buah kabur kemudian kapur diikatkan dijung ajir bambu.
3. Ajir bambu yang telah berisi kantong plastik dan kapur barus ditancapkan ditengah-tengah sawah yang telah matang susu dengan jarak antar ajir 5x5 meter.
4. Pengamatan dilakukan seminggu sekali dan apabila kapur barus dalam kantong telah habis atau kecil segera diisi kembali.
5. Hal ini dilakukan sampai tanaman berhasil dipanen.

Sumber : Petani Kabupaten Asahan

Selasa, 10 Juni 2014

Pemanfaatan Daun Sirsak, Jeringau, dan Bawang Putih untuk Menanggulangi Wereng

Bahan-bahan 
1  genggam daun Sirsak
1 genggam rimpang Jeringau
20 Siung bawang putih
20 gram sabun colek atau detergen
20 liter air bersih

Cara Pembuatan :
Daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih di tumbuk atau dihaluskan. Kemudian dicampur dengan sabun colek atau deterjen dan rendam dalam air selama 2 hari.  
Setelah 2 hari, larutan bahan disaring dengan kain halus. Larutan siap digunakan.

Aplikasi:
Setiap 1 liter hasil saringan dapat diencerkan dengan 10-15 liter air bersih untuk diaplikasikan. Semprotkan pada tanaman yang terserang wereng. Pengaplikasian biasanya pada bagian bawah tanaman. 

Pemanfaatan Serbuk Gergaji Kayu Pinus untuk Pengendalian Wereng Coklat pada Tanaman Padi Sawah


Pestisida ini merupakan pestisida organik dan ramah lingkungan. Teknik pembuatan dan aplikasinya pun sangat mudah. 

Pestisida organik ini menggunakan bahan serbuk gergaji kayu pinus. Serbuk gergaji kayu pinus yang telah dijemur lebih dahulu sampai kering dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan wereng coklat karena dapat menyebabkan kematian telur wereng coklat pada tanaman padi (Oryza sativa L.). 

Aplikasi serbuk gergaji kayu pinus di lapangan adalah dengan menaburkan serbuk gergaji kayu pinus sesuai dengan kebutuhan di lahan persemaian. Waktu pengaplikasian pada pagi hari.

Berdasarkan pengalaman para petani, serbuk gergaji kayu pinus mengandung minyak dan apabila membusuk akan menjadi pupuk bagi tanaman. Penggunaan teknologi sederhana ini berasal dari Kelompok Tani Janggi, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. 

Kamis, 05 Juni 2014

Program Studi Agroteknologi Faperta Uninus



Agroteknologi merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempelajari cara-cara pengelolaan sumber daya lahan dan sumber daya hayati untuk produksi pangan, pakan, dan bahan sandang guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Di dalam ekosistem mahluk hidup, tumbuhan merupakan penyedia bahan pangan/pakan yang utama.

Pogram studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Nusantara (Uninus) yang telah berpengalaman menyelenggarakan program sarjana sejak 1982, terakreditasi BAN-PT, memiliki alumni yang tersebar diberbagai instansi pemerintah dan badan-badan usaha swasta, kini tengah mempersiapkan diri untuk memasuki pasar global dengan perangkat “Pendidikan Berteknologi Komputasi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi” dalam menjawab kebutuhan masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Program Studi Agroteknologi Faperta Uninus mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan metode pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student-centred learning/SCL) guna memberikan bekal kompetensi hard- dan soft-skills. Dengan metode pembelajaran ini mahasiswa secara aktif dan mandiri menggali potensi dirinya sehingga mampu mengidentifikasi, menganalisis, mencari alternatif pemecahan masalah terkait dan mencapai kompetensi yang diharapkan untuk dunia kerja/industri, masyarakat dan bangsa.

Hal lain yang menjadi satu ciri khas dari Program Studi Agroteknologi Faperta Uninus adalah selain penanaman ilmu, pengetahuan dan teknologi dalam bidang pertanian, mahasiswa diajarkan pula nilai-nilai Islami sesuai ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan disiplin ilmu pertanian namun juga mendapatkan nilai-nilai agama yang berguna dalam kehidupan bermasyarakat.

Konsentrasi yang ditawarkan adalah :
1.    Budidaya Tanaman (Agronomi)
2.    Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman (Proteksi Tanaman)


Lama program studi adalah 4 tahun yakni 8 semester. Gelar yang diperoleh oleh para lulusan adalah Sarjana Pertanian (S.P.).

Sekilah tentang Program Studi Agroteknologi





Agroteknologi adalah jurusan kuliah yang yang dipopulerkan mulai tahun 2007-2008 sebagai jurusan baru ilmu pertanian yang lebih kompleks. Di Agroteknologi studi akan dilanjutkan ke minat sub-sub bidang pertanian, antara lain adalah agronomi, proteksi tanaman, ilmu tanah, dan sebagainya.

Di Universitas Islam Nusantara, agroteknologi dinaungi oleh Fakultas Pertanian dan memiliki dua sub bidang studi, yaitu Agronomi (Budidaya Tanaman Pertanian) dan Proteksi Tanaman (Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman).

Secara bahasa, Agroteknologi berasal dari 2 kata yaitu agro serta teknologi. Agro berasal dari agronomi yaitu ilmu yang mempelajari gejala (fenomena) dalam hubungannya dengan pertanian atau teori serta praktek dalam pengelolaan tanah serta produksi tanaman. Sedangkan teknologi berkaitan erat dengan sains serta perekayasaan. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi serta energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Perlu dipahami bahwa teknologi yang dimaksud di sini itu bukan teknologi berupa mesin-mesin pengolahan hasil pertanian, atau hubungannya dengan teknik pertanian, tetapi teknologi secara luas yang digunakan untuk keperluan pertanian, baik mekanik ataupun teknologi hayati.

Pada dasarnya, di Agroteknologi kita akan mempelajari mengenai bagaimana cara mengelola suatu komoditas dari berbentuk bibit sampai berbentuk hasil dan selanjutnya produk. Kita akan mempelajari tentang tanaman dan tumbuhan, pangan, hortikultura, dan perkebunan, serta bagimana cara proses menanam yang baik, proses panen, proses pengolahan, hingga proses produksi.

Di Agroteknologi kita akan lebih fokus ke hal-hal yang berkaitan dengan tanamannya itu sendiri dan juga mengenai hal-hal yang menyangkut dengan proses penanamannya. Kita  dapat memilih fokus ke membudidayakan tanaman, memuliakan tanaman, fokus terhadap tanaman perkebunan, atau fokus ke bagaimana cara membuat dan menghasilkan serta menggunakan pupuk dan pestisida dengan baik, atau dapat meneliti tentang baik tidaknya suatu tanah di suatu wilayah untuk ditanami oleh suatu komoditas.

Sebelum ada program studi agroteknologi, program studi di setiap fakultas pertanian lebih spesifik pada ilmu tertentu dan tidak begitu luas ke lingkup lain di bidang pertanian. Sebagai contoh, program studi agronomi yang khusus mempelajari budidaya dan segala aspeknya, proteksi tanaman yang khusus mempelajari hama dan penyakit tanaman, dan sebagainya.

Pada program studi agroteknologi, isi kurikulum menjadi sangat berkembang, meliputi ilmu tanah, budidaya tanaman, hama dan penyakit tanaman, pemuliaan tanaman, sosial ekonomi pertanian, agribisnis, yang kesemuanya dalam porsi yang seimbang, sehingga kurikulum menjadi lebih umum atau general. Dari penelitian stakeholder sebelumnya, memang kompetensi seimbang seperti inilah yang dikehendaki. Implementasi dari isi kurikulum ini berlangsung hingga semester 5 atau semester 6, semester berikutnya dilanjutkan pada peminatan studi atau konsentrasi yang diminati mahasiswa. Peminatan ini sesuai dengan program studi yang ada sebelumnya, seperti agronomi, ilmu hama dan penyakit tanaman, ilmu tanah, dan sebagainya.